I.
SEJARAH PERADABAN ISLAM
Kata peradaban (al-hadharat, civilisation)
seringkali didentikkan dengan kata kebudayaan (al-tsaqafah, culture). Dalam
bahasa Arab, selain disebut sebagai al- hadharat, peradaban terkadang juga
disebut dengan al-tamaddun. Karena itu tidaklah mengherankan apabila masyarakat
madani kemudian diterjemahkan menjadi masyarakat beradab atau civilsociety.
Peradaban mencakup aspek material maupun immaterial. Aspek material dicontohkan
oleh piramida dan patung Spinx Mesir, istana Al-Hamra, kastil Eropa abad
pertengahan, atau gedung WTC yang telah runtuh, sementara aspek immaterial
dicontohkan oleh ajaran Islam, ajaran Budha, filsafat Yunani, konfusianisme,
kapitalisme, atau sosialisme.
Manusia adalah makhluk yang berakal (al-hayawan al
nathiq), sehingga ia mampu berpikir secara progresif dalam membentuk
peradabannya. Manusia telah bergerak secara progresif dari jaman batu ke
jaman logam. Setiap jaman dimana manusia hidup pasti memiliki peradabannya
sendiri-sendiri. Kecanggihan peradaban tidaklah bisa dinilai secara absolut.
Suatu peradaban manusia bisa jadi sangat canggih pada masanya, namun ternyata
dinilai kuno oleh generasi sesudahnya. Demikianlah seterusnya, baik dalam
aspek material maupun immaterial. Dalam aspek material, kaum Aad, kaum Tsanud,
dan bangsa mesir Fir’aun telah mampu membangun gedung-gedung tinggi dan kokoh, sebagaimana
manusia saat ini telah mampu membangun gedung gedung pencakar langit.
Dalam aspek immaterial, setiap generasi telah
menciptakan sistem filsafat dan pemikirannya sendiri-sendiri, tanpa bisa
diklaim bahwa yang muncul belakangan lebih canggih daripada yang sebelumnya. Sejauh
yang dicatat oleh sejarah, kebudayaan atau peradaban besar telah muncul di Cina,
India, Babilonia, Mesopotamia, Yunani, Inka, Persia, Romawi, Arab, dan Eropa.
Jadi, peradaban besar telah muncul baik di timur (Cina, India, Babilonia, Mesopotamia,
Persia, danArab) maupun di barat (Yunani, Inka, Eropa). Dalam perkembangan
peradaban, suatu fenomena yang perlu dihadapi dengan serius ialah benturan
peradaban. Dalam segi peradaban umat manusia, Islam telah hadir lengkap dengan
nilai-nilai universalnya, dalam upaya memberikan pencerahan terhadap umat
manusia pada kurun waktu yang panjang, yakni mulai dari jaman Rasulullah SAW sampai sekarang dan pada area yang
sangat luas mulai dari Mekkah sampai hampir seluruh belahan dunia.