Showing posts with label Organisasi. Show all posts
Showing posts with label Organisasi. Show all posts

Thursday, 21 January 2016

Zero Phase Geophysics Adventure (ZP)

from June 2013 - now

I like an adventure. How I can see a natural beauty and then write an articel or make a poster. Nature is wild so before do that, we must know about survival that we learn in here. Interestingly, this organization teaching about how earth science able to be learned in each trip. So, all members supplied with many earth science such as mapping, orienteering and mapping software.

Thursday, 31 December 2015

Society of Exploration Geophisicists Student Chapter (SEG SC UPN)

from May 2014 - now

In SEG SC UPN I'm learning about leadership and work in team. For all activity such as seminar, fieldtrip or shortcourse must be organized. So in here, each individual should be able to prepare about activity in before, during and after according job desk. Not only in individual, but also how to help other members who have trouble in their task.

Tuesday, 2 June 2015

Catatan Perjalanan: Ekspedisi III Keindahan Alam Liar Gn. Kendang - Tegal Panjang - Gn. Papandayan, Jawa Barat

Keindahan alam merupakan suatu kebaikan yang diciptakan oleh Sang Pencipta kepada kita, umat manusia. Kerakusan dan ketamakan menjadikan semuanya lenyap menjadi sebuah bangunan yang menjulang tinggi, mesin berasap, kebisingan tiada henti bahkan gumpalan bau yang tidak sedap. Hal tersebut menjadikan ekosistem alam dan hewan menjadi terganggu. Namaku Faid, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Semua itu sudah tidak asing bagiku, lahir dan besar pun di antara benda-benda mengerikan tersebut.
“Ada kalanya sesekali kita perlu keluar dari kota dan mendestinasikan sebuah perjalanan ke suatu tempat yang masih perawan”, begitulah pikirku. Tujuannya untuk melihat keindahan alam yang belum terjamah oleh tangan-tangan nakal manusia. Karena Kita semua perlu tau bahwa vegetasi itu hijau, tanah tempat berpijak itu coklat, langit itu biru serta udara itu tidak berbau. Kemudian Aku ingin mengeksposnya, meskipun hanya tertulis pada lembaran atau tertempel pada kertas foto, agar semua orang mengetaui indahnya ekosistem tanpa usikan manusia. Hal itulah yang mendasari keinginanku untuk melakukan ekspedisi alam liar dan menikmati keindahan alamnya.
Tentunya Aku tidak sendiri, ekspedisi ini ku lakukan bersama teman-teman dari Zero Phase Geophysics Adventure yaitu organisasi pecinta alam di jurusanku, Teknik Geofisika. Persiapan pertama yang Kami lakukan yaitu mulai membicarakan mengenai tempat tujuan, biaya akomodasi, rute perjalanan, konsumsi, logistik dan perijinan. Lokasi tujuan yang Kami pilih berada di daerah Garut, Jawa Barat tepatnya di Gunung Papandayan. Gunung Papandayan merupakan lokasi wisata alam kawah pegunungan yang menampilkan keindahan alam yang dapat dinikmati dari ketinggian.
Kami adalah pecinta alam yang tidak akan puas hanya melihat tempat wisata saja, maka akan Kami buat sebuah rute yang lebih menantang. Rute pendakian yang Kami pilih dimulai dari arah Utara Gunung Papandayan, yaitu dimulai dari Gunung Kendang. Penentuan tersebut Kami tentukan dengan melihat peta citra satelit yang kemudian Kami korelasikan menggunkan peta kontur dari data SRTM Jawa Barat. Setelah pertimbangan kelandaian lereng berdasarkan nilai kontur dan kerapatan kontur, Kami telah melakukan plot rute perjalanan. Akhirnya Kami putuskan untuk melalui rute pendakian yang dimulai pada Gunung Kendang kemudian menururuni gunung hingga keluar hutan melalui Tegal Panjang, selanjutnya melakukan perjalanan sampai Gunung Papandayan.

Sunday, 29 March 2015

Field Introduction of Geology Compass and GPS - Collaboration SEG and ZP

THEME


Field Introduction of Petrology with Geology Compass and GPS

ORGANIZED

Organizing Committee
Society of Exploration Geophysicists Student Chapter and Zero Phase Geophysics Adventure of Pembangunan Nasional University 


Facilitator / Sponsor

Society of Exploration Geophysicists and Departement of Geophysical Engginering at Pembangunan Nasional University

Wednesday, 19 November 2014

Pelatihan: Orientasi dan Pemetaan Geologi Zero Phase VI

Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 11 - 12 Oktober 2014. Tujuan pelaksanaan kegiatan dikjut Orienteering dan Pemetaan Geologi tahun 2014/2015 agar para anggota dapat lebih mengekspose keahlian khusus di bidang geologi (orientasi dan pemetaan geologi) serta untuk memberikan pengenalan aplikasi di lapangan secara langsung. Kegiatan ini dikoornasi oleh saya sebagai Ketua Panitia dengan rangkaian acara sebagai berikut:

No
Acara
Pelaksanaan
1.
Survey Lapangan
4 Oktober 2014
2.
Sosialisasi
10 Oktober 2014
3.
Orienteering dan Pemetaan Geologi
11-12 Oktober 2014
4.
Penyusunan laporan
13-23 Oktober 2014
5.
Persentasi
24 Oktober 2014

Saturday, 23 August 2014

Catatan Perjalanan Lomba Eiger, Fun Orienteering, Rancaupas 2014

Tanggal 14 - 17 Agustus 2014, Aku berada di Rancaupas, Bandung, Jawa Barat. Saat itu aku mengikuti perlombaan Fun Orienteering dari Eiger. Perlombaan tersebut dilaksanakan secara gratis dalam rangka ulang tahun Eiger yang ke-25. Dengan berbekal pembelajaran orientasi di pendidikan dasar, bersama 2 teman yaitu Risca dan Rasyid, kami mengikuti perlombaan tertebut.


Tuesday, 8 July 2014

Ekspedisi II: Gunung Argopuro

Ketertarikan para pecinta alam untuk menjelajah alam cukup besar. Kegiatan penjelajahan tersebut yang kemudian dapat dilakukan sebuah pengumpulan data dari informasi yang berkaitan dengan alam. Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai pecinta alam, salah satunya dengan melakukan suatu ekspedisi yang kemudian dapat diinformasikan dalam bentuk laporan perjalanan yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan Informasi untuk masyarakat. Ekspedisi yang dilakukan kali ini merupakan bentuk kegiatan petualangan yang telah  disusun dan direncanakan di alam bebas mulai dari persiapan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.



Peta Topografi Ekspedisi II Zero Phase

Monday, 7 July 2014

Pendidikan Lanjut: Tali Temali

Sebagai seorang pecinta alam akan terasa semakin lengkap ilmunya jika menguasai teknik tali-temali. Bagi anggota Zero Phase, Kadang kala tali merupakan hal sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan. Tali banyak digunakan baik untuk mengikat, mengangkat, ataupun menarik benda. Oleh karena itu perlu teknik dan cara yang tepat untuk melakukan tali-temali. Bentuk simpul bermacam-macam tergantung dari tujuan, penggunaan, dan efektifitasnya. Kadang kita membutuhkan simpul yangkuat namun mudah dibuka kembali, atau simpul kuat dan tidak gampang dibuka dan sebagainya.

Bagi anggota muda kegiatan belajar tali-temali sudah pernah dilakukan jauh hari sebelum menjadi anggota. Sebelum diksar ZP, angkatan V  pernah dibekali teori dan simulasi di ruang Lab Geofisika Eksplorasi. Setiap anak harus memegang tali dan membuat berbagai simpul yang diajarkan oleh seorang yang sudah trampil dalam membuat simpul. Kegiatan simulasi ini dibimbing langsung oleh Mas Arif Widayat, adalah seorang anggota mapala Wanamahe Dirgantara atau mapala Wamadika yang telah berpengalaman dan cukup menguasai  teknik tali-temali.

Dalam mempelajari tali-temali anggota Zero Phase tidak cukup hanya belajar dari teori, atau bahkan simulasi di dalam ruang lab. Sesudah menjadi anggota muda diharapkan mampu memasang tali-temali sendiri seperti untuk kegiatan rappelling  yang diadakan di Jembatan Babarsari. 


Poster Dikjut Tali Temali

Pendidikan Lanjut: Rafting Zero Phase Angkatan V

Dikjut merupakan pendidikan lanjut setelah menjadi anggota muda yang telah melakukan diksar. Dikjut Zero Phase ada berbagai macam, salah satunya dikjut rafting. Rangkaian dikjut harus dilakukan oleh setiap anggota muda Zero Phase agar menjadi anggota tetap. 

Rafting merupakan proses arung jeram menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan peralatan khusus tertentu. Adapun peralatan khususnya yaitu pelampung, dayung, helm, tali lempar, dan perahu karet. Perahu karet ada 2 jenis, yaitu PVC, dan Hipalon. Pada umumnya perahu karet PVC tidak tahan terhadap panas, sedangkan Hipalon tahan pemuaian dan lentur. Perahu karet yang bisas diapakai yang berjenis Hipalon. Tiap-tiap perahu karet mempunyai persyaratan pada volume udara. Perahu karet saat tidak dipakai harus diiisi volume udara lebih kecil 60 % dan apabila dipakai harus mempunyai volume udara dibawah 80 %. Kapasitas perahu karet ada 7 orang ditambah skipper. Dalam rafting, juga memliki beberapa teknik seperti teknik mendayung, teknik rescue dan juga teknik pengarungan.

Waktu dan Tempat
Waktu : 12-13 Oktober 2013
Tempat : Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah 

Poster Dikjut Rafting Zero Phase V

Pendidikan Dasar Zero Phase Angkatan V

Pendidikan dasar atau disebut diksar merupakan langkah awal bagi para anggota muda Zero Phase. Kegiatan ini termasuk salah satu rangkaian acara demi pembentukan anggota muda agar siap menjadi pribadi seorang Zero Phase. 

Pendidikan dasar ini dianggap penting agar seorang anggota muda dapat membentuk mental dan karakter yang kokoh, membentuk sikap rendah hati dan peduli lingkungan, membentuk kapasitas ilmu dalam berkegiatan di alam, membentuk kasadaran akan rasa kesamaan, kebersamaan, kekeluargaan, serta membentuk pribadi yang bijak dan beradab. Selain itu bertujuan sebagai tonggak awal berkembangnya mental dan insting pada anggota muda. Sehingga akan menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih mampu mengukur kemampuannya, peka terhadap sekelilingnya, dan selalu mempertimbangkan akal sehat dan bukan sekedar menuruti hawa nafsu. Hal-hal tersebut diperlukan untuk mempersiapkan para anggota muda dalam berkegiatan di alam. Mengingat para anggota adalah calon seorang Geofisikawan yang akan selalu terjun berarda di alam dalam kegiatan eksplorasinya.

Kegiatan diksar ini dilakukan selama 5 hari 4 malam dengan rute dari Kulonprogo sampai Sungai Babarsari.  Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu orientasi medan, survival, perjalanan jauh, rescue, kemudian penyematan.


Poster Pendidikan Dasar Zero Phase V