Showing posts with label Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Penelitian. Show all posts

Monday, 15 February 2016

Modul Langkah-Langkah Penggunaan Software Hampson Russell dan Petrel

Module Steps to Use software Hampson-Russell & Petrel in Bahasa Indonesia
Tanggal 4 Juli - 8 Agustus 2015, Aku berada di Balikpapan, Kalimantan Timur. Disana terdapat sebuah perusahaan dimana Aku melakukan kerja prakter atau dikenal dengan istilah On Job Training pada perusahaan tersebut. Chevron Indonesia Company merupakan sabuah peruhaan Oil & Gas yang besar di Indonesia. I said that:
"I get a lot of experience in this company such as teamwork, presentation, processing (well tie seismic) and interpretation (fault and horizon). I work on South Area - Subsurface at Reservoir Management Division as Geophysics. The title of my project is 'feasibility test on CIC field using seismic KDM data to PMDC using Hampson-Russell and Petrel software'."  - My linkedin
Selain membuat laporan akhir kerja praktek, Aku membuat sebuah modul yang berisi langkah-langkah penggunaan kedua software tersebut. Sehingga dapat dibaca secara umum untuk menjadikan sebuah referensi penggunaan software tersebut. Namun Aku sangat berharap apabila terdapat kesalahan mengenai pemahamanku, Kita semua dapat saling mengingatkan agar ilmu ini dapat terus berkembang. Terimakasih.

Thursday, 10 December 2015

On Job Training - Chevron Indonesia Company

Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia
July - August 2015

I get a lot of experience in this company such as teamwork, presentation, processing (well tie seismic) and interpretation (fault and horizon). I work on South Area - Subsurface at Reservoir Management Division as Geophysics. The title of my project is 'feasibility test on CIC field using seismic KDM data to PMDC using Hampson-Russell and Petrel software'. 

   

Tuesday, 2 June 2015

Catatan Perjalanan: Ekspedisi III Keindahan Alam Liar Gn. Kendang - Tegal Panjang - Gn. Papandayan, Jawa Barat

Keindahan alam merupakan suatu kebaikan yang diciptakan oleh Sang Pencipta kepada kita, umat manusia. Kerakusan dan ketamakan menjadikan semuanya lenyap menjadi sebuah bangunan yang menjulang tinggi, mesin berasap, kebisingan tiada henti bahkan gumpalan bau yang tidak sedap. Hal tersebut menjadikan ekosistem alam dan hewan menjadi terganggu. Namaku Faid, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Semua itu sudah tidak asing bagiku, lahir dan besar pun di antara benda-benda mengerikan tersebut.
“Ada kalanya sesekali kita perlu keluar dari kota dan mendestinasikan sebuah perjalanan ke suatu tempat yang masih perawan”, begitulah pikirku. Tujuannya untuk melihat keindahan alam yang belum terjamah oleh tangan-tangan nakal manusia. Karena Kita semua perlu tau bahwa vegetasi itu hijau, tanah tempat berpijak itu coklat, langit itu biru serta udara itu tidak berbau. Kemudian Aku ingin mengeksposnya, meskipun hanya tertulis pada lembaran atau tertempel pada kertas foto, agar semua orang mengetaui indahnya ekosistem tanpa usikan manusia. Hal itulah yang mendasari keinginanku untuk melakukan ekspedisi alam liar dan menikmati keindahan alamnya.
Tentunya Aku tidak sendiri, ekspedisi ini ku lakukan bersama teman-teman dari Zero Phase Geophysics Adventure yaitu organisasi pecinta alam di jurusanku, Teknik Geofisika. Persiapan pertama yang Kami lakukan yaitu mulai membicarakan mengenai tempat tujuan, biaya akomodasi, rute perjalanan, konsumsi, logistik dan perijinan. Lokasi tujuan yang Kami pilih berada di daerah Garut, Jawa Barat tepatnya di Gunung Papandayan. Gunung Papandayan merupakan lokasi wisata alam kawah pegunungan yang menampilkan keindahan alam yang dapat dinikmati dari ketinggian.
Kami adalah pecinta alam yang tidak akan puas hanya melihat tempat wisata saja, maka akan Kami buat sebuah rute yang lebih menantang. Rute pendakian yang Kami pilih dimulai dari arah Utara Gunung Papandayan, yaitu dimulai dari Gunung Kendang. Penentuan tersebut Kami tentukan dengan melihat peta citra satelit yang kemudian Kami korelasikan menggunkan peta kontur dari data SRTM Jawa Barat. Setelah pertimbangan kelandaian lereng berdasarkan nilai kontur dan kerapatan kontur, Kami telah melakukan plot rute perjalanan. Akhirnya Kami putuskan untuk melalui rute pendakian yang dimulai pada Gunung Kendang kemudian menururuni gunung hingga keluar hutan melalui Tegal Panjang, selanjutnya melakukan perjalanan sampai Gunung Papandayan.

Tuesday, 8 July 2014

Ekspedisi II: Gunung Argopuro

Ketertarikan para pecinta alam untuk menjelajah alam cukup besar. Kegiatan penjelajahan tersebut yang kemudian dapat dilakukan sebuah pengumpulan data dari informasi yang berkaitan dengan alam. Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai pecinta alam, salah satunya dengan melakukan suatu ekspedisi yang kemudian dapat diinformasikan dalam bentuk laporan perjalanan yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan Informasi untuk masyarakat. Ekspedisi yang dilakukan kali ini merupakan bentuk kegiatan petualangan yang telah  disusun dan direncanakan di alam bebas mulai dari persiapan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.



Peta Topografi Ekspedisi II Zero Phase

Wednesday, 15 May 2013

Observasi Batuan Metamorf: Dusun Watuprau, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia



PENDAHULUAN

Batuan metamorf adalah batuan yang dihasilkan dari perubahan-perubahan fundamental dari batuan yang sebelumnya telah ada. Metamorfisme adalah proses rekristalisasi di dalam permukaan bumi yang terjadi dalam keadaan padat, yaitu tanpa melalui fasa cair. Tipe metamorfosa yaitu metamorfosa lokal dan metamorfosa regional. Dan struktur batuan metamorf yaitu struktur foliasi dan struktur non foliasi. Sedangka tekturnya yaitu kristaloblastik dan palimsest (tekstur sisa). Dari komposisinya yaitu ada mineral stress dan mineral antistress. Dan untuk penamaannya ada 5 kriteria, yaitu : asal batuan semula, mineralogi batuan metamorf, tekstur , penamaan secara khusus, serta tekstur dan mineralogi. Penelitian ini diharapkan
  • Dapat mendeskripsikan batuan metamorf pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui struktur batuan metamorf pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui jenis dan nama batuan metamorf pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui petrogenesa dari batuan metamorf pada singkapan. 

Wednesday, 8 May 2013

Observasi Batuan Sedimen Karbonat: Dusun Watuprau, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia


PENDAHULUAN

Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk akibat litifikas bahan rombakan batuan asal atau hasil reaksi kimia maupun hasil kegiatan organisme. Batuan sedimen digolongkan berdasarkan ukuran butirnya. Menurut semen penyusun antarrongganya batuan sedimen dibagi menjadi batuan sedimen silisi dan batuan sedimen karbonat. Dan menurut tertansportasinya atau tidak, batuan sedimen dibagi menjadi batuan sedimen klastik dan non klastik. Jenis batuan sedimen yang antarrongganya terisi oleh semen karbonat dan tanpa mengalami transportasi adalah batuan sedimen karbonat nonklastik. Penelitian ini diharapkan:
  • Dapat mendeskripsikan batuan sedimen karbonat pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui struktur batuan sedimen karbonat pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui jenis dan nama batuan sedimen karbonat pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui petrogenesa dari batuan sedimen karbonat pada singkapan.

Tuesday, 2 April 2013

Observasi Batuan Piroklastik: Dusun Nglengkong, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, Indonesia


PENDAHULUAN

Batuan piroklastik merupakan batuan yang terbentuk oleh akibat aktifitas gunungapi yang kemudian pengalami pengelasan (welded). Batuan piroklastik digolongkan berdasarkan ukuran butirnya. Menurut mekanisme endapan piroklastik, batuan piroklastik dibagi berdasarkan endapan piroklastik jatuhan, endapan piroklastik aliran dan endapan piroklastik hembusan. Mekanisme endapan piroklastik juga dapat digunakan sebagai penggolongan sebuah batuan piroklastik. Penelitian ini diharapkan:
  • Dapat mendeskripsikan batuan piroklastik pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui struktur batuan piroklastik pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui jenis dan nama batuan piroklastik pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui petrogenesa dari batuan piroklastik pada singkapan. 

Monday, 1 April 2013

Observasi Batuan Beku: Dusun Watuadeg, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta



PENDAHULUAN

Batuan beku merupakan batuan yang terjadi karena pembekuan magma. Batuan beku dapat digolongkan berdasarkan genesa, senyawa kimia, mineralogi, dan tempat terbentuknya. Batuan beku dapat dibagi menjadi batuan beku ekstrusi dan batuan beku intrusi bila dilihat dari tempat terbentuknya. Batuan beku ekstrusi merupakan hasil pembekuan magma yang keluar di atas permukaan bumi. Sedangkan batuan beku intrusi merupakan hasil pembekuan magma di dalam perut bumi. Struktur pada batuan beku antara lain Pillow Lava, Masif, Vesikuler, Skoria, Amigdanoidal, Xenolith, Autobreccia. Penelitian ini diharapkan:
  • Dapat mendeskripsikan batuan beku pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui struktur batuan beku pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui nama batuan beku pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui petrogenesa dari batuan beku pada singkapan.