Wednesday, 8 May 2013

Observasi Batuan Sedimen Karbonat: Dusun Watuprau, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Indonesia


PENDAHULUAN

Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk akibat litifikas bahan rombakan batuan asal atau hasil reaksi kimia maupun hasil kegiatan organisme. Batuan sedimen digolongkan berdasarkan ukuran butirnya. Menurut semen penyusun antarrongganya batuan sedimen dibagi menjadi batuan sedimen silisi dan batuan sedimen karbonat. Dan menurut tertansportasinya atau tidak, batuan sedimen dibagi menjadi batuan sedimen klastik dan non klastik. Jenis batuan sedimen yang antarrongganya terisi oleh semen karbonat dan tanpa mengalami transportasi adalah batuan sedimen karbonat nonklastik. Penelitian ini diharapkan:
  • Dapat mendeskripsikan batuan sedimen karbonat pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui struktur batuan sedimen karbonat pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui jenis dan nama batuan sedimen karbonat pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui petrogenesa dari batuan sedimen karbonat pada singkapan.

Tuesday, 9 April 2013

Klasifikasi Batuan Sedimen Menurut R.P. Koesoemadinata (1981) - Praktikum Petrologi

Berbagai penggolongan dan penamaan batuan sedimen telah dikemukakan oleh para ahli, baik berdasarkan genetis maupun deskriptif. Secara genetik terdapat dua golongan, yaitu:

1. Batuan Sedimen Klastik

Batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali detritus atau pecahan batuan asal. Batuan asal dapat berupa batuan beku, metamorf dan sedimen itu sendiri.
2. Batuan Sedimen Non Klastik
Batuan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia atau dari kegiatan organisme. Reaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik.

Tuesday, 2 April 2013

Observasi Batuan Piroklastik: Dusun Nglengkong, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, Indonesia


PENDAHULUAN

Batuan piroklastik merupakan batuan yang terbentuk oleh akibat aktifitas gunungapi yang kemudian pengalami pengelasan (welded). Batuan piroklastik digolongkan berdasarkan ukuran butirnya. Menurut mekanisme endapan piroklastik, batuan piroklastik dibagi berdasarkan endapan piroklastik jatuhan, endapan piroklastik aliran dan endapan piroklastik hembusan. Mekanisme endapan piroklastik juga dapat digunakan sebagai penggolongan sebuah batuan piroklastik. Penelitian ini diharapkan:
  • Dapat mendeskripsikan batuan piroklastik pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui struktur batuan piroklastik pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui jenis dan nama batuan piroklastik pada singkapan. 
  • Dapat mengetahui petrogenesa dari batuan piroklastik pada singkapan.